Yakkum Emergency Unit Membutuhkan Tenaga Konsultan Program Bantuan Kemanusiaan di Lombok Utara

Posting Job

:

December 2, 2019

Expired Job

:

December 10, 2019

Locations

:

Loading...

Kerangka Acuan Kegiatan

Evaluasi Program Bantuan Kemanusiaan

Bagi Masyarakat Terkena Bencana Gempa Bumi di Lombok Utara

Background

Tepat satu minggu setelah gempa 6,4 melanda pantai utara pulau Lombok, pada hari Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 19:46 waktu setempat (WITA), gempa berkekuatan 7,0 terjadi di daratan. Berdasarkan pengamatan langsung, kerusakan tersebar di seluruh wilayah Lombok dan yang paling parah adalah di Lombok Utara, dengan lebih dari 90% bangunan tidak dapat dihuni. Gempa susulan masih sering terjadi dengan intensitas kecil. Sampai dengan tanggal 24 Agustus 2018 sore telah terjadi 1.089 kali gempa susulan. Karena durasi dan tingkat keparahan gempa susulan, kebanyakan orang berada dalam kondisi sensitivitas yang tinggi dan mengalami beberapa tingkat kesulitan. Gempa susulan terbesar terakhir terjadi pada 13:25 pada 9 Agustus 2018 berkekuatan 6,2 dan pada 21:56 pada 19 Agustus 2018 berkekuatan 6,9. Sejauh ini tercatat jumlah korban sebanyak 560 orang menurut Biro Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Cedera yang dilaporkan sejauh ini minimal dialami oleh 14.033 orang, sekitar 431.416 orang terlantar (bayi 72.582; 213.724 anak balita; wanita hamil 59.603 dan 31.724 lanjut usia), 67.857 rumah, 184 fasilitas kesehatan dan 458 unit sekolah rusak. Lebih dari 4.600 orang telah dievakuasi, termasuk sejumlah wisatawan.

Tear Netherland mendukung anggota Jaringan Komunitas Kristen Tangguh Bencana Indonesia (Jakomkris TBI) di Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak untuk mempromosikan kesejahteraan orang-orang yang paling rentan terkena dampak bencana di Lombok Utara melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan hak dasar. Yayasan Sion sebagai Pengurus Jakomkris TBI adalah manajer hibah dari proyek ini. Pengurus Jakomkris TBI menugaskan manajer proyek yang bertanggung jawab atas kualitas hasil dan hasil proyek. YEU dan YNLM adalah anggota Jakomkris TBI yang mengimplementasikan proyek di Lombok.

Proyek dibagi menjadi dua fase dengan perincian sebagai berikut:

  Lembaga Pelaksana Periode Proyek Pernyataan Hasil
Fase I YEU dan YNLM 27 Agustus 2018 – 27 Februari 2019
  1. Memberikan layanan bagi 1.000 orang penyintas di wilayah sasaran melalui penyediaan kebutuhan dasar yang mendesak di hunian sementara dan non-food items, air bersih dan sanitasi (WASH), kesehatan, dukungan psikososial, pemulihan dini, kesiapsiagaan terhadap bencana, serta memonitor dan menjaga kesehatan dan kebersihan masyarakat terdampak.
  2. Memperkuat koordinasi di tingkat lokal dan nasional antar gereja dan organisasi berbasis gereja dalam mendukung respon di Lombok melalui koordinasi dan peningkatan kapasitas.
Fase II YEU 01 Maret – 31 Agustus 2019
  1. Untuk mempercepat rekonstruksi hunian yang aman dan sehat.
  2. Untuk meningkatkan akses pada air bersih dan sanitasi.
  3. Untuk mengurangi hambatan fisik, emosional dan lingkungan bagi orang dengan disabilitas di lingkungan dan masyarakatnya.

Tujuan

Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengkaji kemitraan anggota Jakomkris, apakah hasil akibat dari respon yang telah dicapai telah sesuai dengan yang direncanakan dan untuk membuat rekomendasi berbasis bukti capaian sebagai masukan bagi program di masa mendatang.

Evaluasi akan berusaha untuk:

  1. Menentukan pencapaian terhadap kinerja indikator;
  2. Identifikasi model kemitraan dan koordinasi di antara anggota Jakomkris dalam tanggap bencana.
  3. Identifikasi strategi, struktur, sistem, dan intervensi program yang memberikan kontribusi atau menghambat pencapaian dampak yang diinginkan dari intervensi program;
  4. Menarik pembelajaran dari proyek dan hasil yang dicapai sebagai masukan bagi program serupa di masa mendatang.

Outputs:

  1. Pencapaian proyek diverifikasi secara objektif.
  2. Penerima manfaat proyek yang unik diidentifikasi dan dianalisis berdasarkan jenis kelamin, usia, dan kondisi disabilitas.
  3. Pembelajaran dari kemitraan Jakomkris dan mekanisme koordinasi didokumentasikan dengan baik.
  4. Kekuatan dan kelemahan proyek diidentifikasi bersama dengan rekomendasi untuk program serupa di masa mendatang.

Pertanyaan Evaluasi

Evaluasi akan mengacu kepada kriteria OECD/DAC (OECD/DAC evaluation criteria) tentang efisiensi, efektivitas, dampak, keberlanjutan dan relevansi, keterhubungan, koherensi, koordinasi dan evaluasi. Silahkan mengacu pada tautan berikut: KLIK DISINI dan DISINI

Pertanyaan evaluasi yang disesuaikan akan disepakati dengan tim evaluator.

Methodology

Evaluasi akan menggunakan metode campuran, dan terdiri dari hal berikut:

  1. Studi meja atas dokumen penting dari mitra
  2. Wawancara dengan pemangku kepentingan penting terkait
  3. Meta-analysis sumber data primer yang ada
  4. Pengumpulan data primer kualitatif melalui diskusi kelompok terfokus dan pelibatan kelompok sosial yang berbeda di lapangan
  5. Pengumpulan data primer kuantitatif selengkap mungkin melalui pengaturan mitra yang ada, termasuk namun tidak terbatas pada penanganan keluhan, monitoring paska distribusi dan lainnya. Jika waktu dan anggaran memungkinkan, data primer kuantitatif dapat dikumpulkan melalui kunjungan ke rumah tangga/survei.
  6. Data yang dikumpulkan, dianalisa dan dipresentasikan harus dipilah berdasarkan jenis kelamin, usia, bilamana memungkinkan.
  7. Tinjauan tersebut harus memenuhi standar etika yang tinggi dan menghindari keletihan penilaian populasi yang terkena dampak.

Hasil Kerja dan Kerangka Waktu

Konsultan diharapkan memberikan hasil-hasil sebagai berikut pada masa kontrak:

Fase Deskripsi Waktu
Permulaan (maksimal 5 halaman) Setelah penandatanganan kontrak, konsultan wajib memberikan laporan awal maksimal lima halaman yang menyatakan tentang pemahaman kerangka acuan ini dan mengajukan metodologi partisipatif dan interaktif untuk menjawab setiap pertanyaan evaluasi. Laporan ini harus memuat sebuah matriks evaluasi / kerangka kerja analitis dengan sumber bukti/data yang menjadi sasaran, metode/alat, hambatan, ketergantungan, risiko dan peluang terkait dengan menjawab setiap pertanyaan. Setiap keterbatasan dalam proses harus diidentifikasi. Baik metode kualitatif dan kuantitatif harus diterapkan, dan keseimbangan antara keduanya harus secara jelas dinyatakan dan dijustifikasi. Sedapat mungkin, evaluasi harus memanfaatkan pengumpulan data milik YEU (mekanisme umpan balik, temuan dasar, data monitoring paska distribusi, dll.) 5 Hari
Pengumpulan Data Studi Meja dan Pengumpulan Data dari Lapangan 9 Hari
Draf temuan Temuan awal akan dipresentasikan dalam workshop pembelajaran dan aksi. YEU dan YNLM akan memberikan umpan balik maksimal 5 hari setelah draf laporan diberikan. 5 Hari
Pembelajaran & Aksi (Learning & Action)   Sebuah workshop partisipatif mengenai pembelajaran dan aksi bersama para pemangku kepentingan utama untuk mempresentasikan temuan sementara dan memungkinkan untuk membuat temuan kunci dan rekomendasi. Workshop akan berlaku sebagai sebuah forum pembelajaran bagi temuan evaluasi dan bertujuan untuk memastikan partisipasi dan penerimaan dari seluruh pemangku kepentingan terhadap rekomendasi laporan akhir. 1 Hari
Laporan Akhir Laporan akhir maksimal 30 halaman ditulis dengan jelas (tidak termasuk lampiran), berbasis bukti, memiliki acuan, fokus  langsung pada pokok pembahasan dan manfaat, ditulis dalam bahasa Inggris, dengan masing-masing judul bab/bagian merefleksikan pertanyaan/kriteria evaluasi. Setiap tabel data atau grafik harus terbatas dan menyampaikan poin-poin penting dengan sederhana.

Ringkasan eksekutif harus secara ringkas menyatakan temuan kunci, rekomendasi kunci dan pembelajaran dalam terminologi bahasa yang mudah dipahami untuk dibaca oleh banyak kalangan.

5 Hari setelah umpan balik

Diseminasi dan Pemanfaatan Temuan Evaluasi

Evaluasi diharapkan untuk dapat disebarluaskan. Presentasi hasil akhir akan ditujukan bagi anggota Jakomkris. Ringkasan eksekutif setebal 2 halaman akan disebarluaskan, termasuk kepada masyarakat terdampak, kluster koordinasi yang ada di Lombok, pemerintah, mitra lembaga kemanusiaan dan pembangunan, serta pihak swasta.

Konsultan Evaluasi

Firma konsultansi dan konsultan perorangan berhak untuk mengajukan lamaran. Dibutuhkan sebuah tim yang terdiri dari minimal dua orang konsultan. Berikut ini adalah spesifikasi yang dibutuhkan dalam susunan tim baik dari firma maupun tim perorangan:

  1. Memiliki pengalaman selama 10 tahun dalam bidang kemanusiaan dan pembangunan multi-sektoral berskala internasional bagi masing-masing konsultan.
  2. Memiliki pengalaman melakukan evaluasi kemanusiaan yang dapat dibuktikan
  3. Memiliki pengalaman dan pemahaman yang kuat mengenai program pemberian bantuan tunai, termasuk mekanisme distribusi, dan keterkaitannya dengan sector lain seperti ketahanan pangan, WASH dan dukungan mata pencaharian.
  4. Memiliki pengalaman dan pengetahuan yang kuat mengenai situasi lokal (tim dengan anggota yang dapat berbicara bahasa Lombok lebih disukai, dan jika tidak tersedia, harus dirancang tentang bagaimana tim akan mendapatkan umpan balik dari masyarakat lokal dalam metodologi yang diajukan)
  5. Memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai World Humanitarian Summit’s Grand Bargain dan OECD DAC Criteria
  6. Memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai sistem kluster kemanusiaan
  7. Mampu melihat gambaran luas dan membuat rekomendasi praktis untuk penyampaian dan peningkatan di lapangan
  8. Mampu menyerap, melakukan konsolidasi dan mengkomunikasikan data dan informasi dalam skala luas dengan cara yang sederhana dan ringkas
  9. Memiliki keahlian inter-personal yang sangat baik
  10. Memiliki keterampilan fasilitasi yang partisipatif dan desain workshop yang baik
  11. Memiliki keahlian dalam menulis laporan dalam bahasa Inggris yang baik

Etika Evaluasi:

Evaluasi ini harus mengacu pada prinsip-prinsip berikut:

  1. Independen: Evaluator harus bebas dari konflik kepentingan.
  2. Partisipatif dan Tranparan: Masyarakat terdampak dilibatkan dalam proses konsultasi dalam rangka kredibilitas dan manfaat evaluasi.
  3. Etika: Evaluasi tidak akan merefleksikan kepentingan pribadi atau sektoral. Evaluator harus memiliki integritas profesional, menghargai hak lembaga dan perorangan dalam memberikan informasi secara rahasia, dan berlaku sensitif terhadap kepercayaan dan adat istiadat lingkungan sosial dan budaya setempat.
  4. Imparsial —  meminimalkan bias dan memaksimalkan obyektivitas
  5. Tepat Waktu — Evaluasi harus dirancang dan dilaksanakan secara lengkap secara tepat waktu untuk memastikan kebermanfaatan dari temuan dan rekomendasi.

Para Pemangku Kepentingan Evaluasi

  1. Pengurus dan Anggota Jakomkris (YEU dan YNLM)
  2. Pemerintah Lokal: BPBD, Bappeda, Dinas Kesehatan
  3. Perwakilan Masyarakat: Lansia, orang dengan disabilitas, ibu dengan bayi dan balita, kelompok kerja pembangunan hunian, kader kesehatan, pemuka agama.
  4. Kepala Desa/Tokoh Desa
  5. Koordinator Kluster: WASH dan Shelter

Prosedur Aplikasi

Pernyataan ketertarikan yang ringkas mencakup pemahaman teknis dari kerangka acuan dan kerangka waktu yang diajukan, daftar riwayat hidup, surat pengantar yang menyatakan spesifikasi konsultan sesuai persyaratan, honor per hari dalam rupiah dan contoh laporan yang relevan, dapat dikirimkan kepada YEU melalui alamat email: yeu@yeu.or.id paling lambat 10 Desember 2019.

Seluruh pengeluaran terkait tiket pesawat ekonomi (pulang-pergi), makan dan akomodasi akan dibiayai secara langsung. Mohon cantumkan “Evaluasi Bantuan Kemanusiaan di Lombok” pada judul email.

118 Views
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on stumbleupon
Share on email
Share on reddit
loading...